PENGETAHUAN
SATELIT
I.
Pendahuluan.
Pada saat ini kebutuhan akan fasilitas
telekomunikasi sangat meningkat hampir di seantero dunia. Apalagi bagi negara-negara
yang memiliki rintangan – rintangan alamiah, seperti kepulauan, gurun
tandus, dan sebagainya akan memerlukan sistem komunikasi khusus seperti sistem gelombang mikro,
hambur tropo (troposcatter) ataupun sistem komunikasi yang menggunakan satelit.
Digunakannya
sistem satelit dimaksudkan agar kebutuhan permintaan jasa telekomunikasi dari
daerah – daerah terpencil dapat dilayani. Atau dengan sistem satelit ini
diperkiraka rantai komunikasi akan dapat disambungkan ke seluruh daerah yang
semula tidak mudah dimasuki oleh metoda gelombang mikro sebagai sistem darat
(terestial). Melalui satelit, semua tempat dalam negeri dapat dijangkau oleh
fasilitas komunikasi baik fasilitas berupa penyaluran telekomunikasii sendiri,
maupun fasilitas lainnya.
Teknologi
satelit saat ini menjadi sangat menarik bagi para pelaku bisnis telekomunikasi
baik yang berskala global maupun yang berskala regional. Dalam teknologi
satelit, semakin tinggi kemampuan yang dimiliki, semakin rendah biaya yang
dikeluarkan, dan meningkatnya permintaan-permintaan pelanggan telah menciptakan
berbagai kesempatan baru yang luar biasa. Pada akhirnya celah orbit (orbital
slot) dan pita-pita frekuensi pada GEO, MEO, maupun LEO menjadi aset yang
sangat berharga. Koordinasi frekuensi antara para operator menjadi sangat sulit
dilakukan dan hal ini akan menjadi ancaman yang membahayakan bagi bisnis
satelit itu sendiri.
Selain itu dalam kegiatan operasi pertahan
negara komunikasi satelit sangat dibutuhkan, bahkan peranannya begitu besar
terhadap kedaulatan suatu negara. Indonesia merupakan negara kepulauan yang
sangat membutuhkan jaringan komunikasi secara global untuk kepentingan bisnis,
pemerintahan dan pertahanan negara.
II.
Pengertian Satelit.
Satelit adalah benda
yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit
yakni satelit alam dan satelit buatan.
1. Satelit alam adalah
benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau
benda lain yang lebih besar daripada dirinya, misalnya Bulan adalah
satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang
mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat
galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit
alami Matahari.
2. Satelit buatan adalah
benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit
Palapa yang mengelilingi Bumi.
3. Satelit komunikasi
adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa dengan tujuan
telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit
Bumi rendah.
4. Untuk pelayanan tetap,
satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi kabel komunikasi
kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal
laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel, tidak
praktis atau tidak mungkin.
III.
Sejarah Satelit.
Satelit buatan
manusia pertama adalah Sputnik 1 diluncurkan oleh
Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, dengan Sergei Korolev sebagai
kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai asistennya.
Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan
Amerika.
Sputnik 1 membantu mengidentifikasi kepadatan
lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan
data dari distribusi signal radio pada lapisan ionosphere. Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan
tinggi, Sputnik 1 juga memberi
kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, karena hilangnya tekanan dalam
disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat melalui data suhu yang
dikirimkannya ke bumi.
Sputnik
2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa awak
mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika.
Pada bulan Mei,
1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari untuk experimen wahana angkasa untuk mengedari
dunia, yang menyatakan bahwa, "sebuah kendaraan satelit yang berisi
instrumentasi yang tepat bisa diharapkan menjadi alat ilmu yang canggih untuk
abad ke duapuluh". Amerika sudah memikirkan untuk meluncurkan satelit
pengorbit sejak 1946 dibawah Kantor Aeronotis
angkatan Laut Amerika (Bureau of
Aeronautics of the United States Navy). Project
RAND milik Angkatan Udara Amerika akhirnya mengeluarkan laporan diatas,
tetapi tidak mengutarakan bahwa satelit memiliki potensi sebagai senjata
militer; tetapi, mereka menganggapnya sebagai alat ilmu, politik, dan
propaganda. Pada tahun 1954, Sekertariat Pertahanan Amerika menyatakan,
"Saya tidak mengetahui adanya satupun program satelit Amerika."
Pada tanggal 29
Juli 1955, Gedung Putih mencanangkan bahwa Amerika Serikat akan mau meluncurkan
satelit pada musim semi 1958. Hal ini kemudian diketahui sebagaiProject
Vanguard. Pada tanggal 31 Juli, Soviets mengumumkan bahwa mereka
akan meluncurkan satelit pada musim gugur 1957.
Mengikuti tekanan
dari American Rocket Society (Masyarakat Roket America), the National Science Foundation (Yayasan Sains national),
and the International Geophysical Year, interest angkatan bersenjata
meningkat dan pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjakan
Project Orbiter, yang menggunakan
wahana Jupiter C untuk meluncurkan satelit. Proyek
ini berlangsung sukses, dan Explorer 1 menjadi satelit
Amerika pertama pada tanggal 31 januari 1958.
Pada bulan Juni
1961, tiga setengah tahun setelah meluncurnya Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas
dari Jaringan Mata Angkasa Amerika (the
United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115
satelit yang mengorbit bumi.
Secara garis besar sejarah satelit dunia dari tahun ke
tahun diantaranya
1945 : Athur Clarke menerbitkan essay tentang “Extra Terrestial Relays”
1957 :Diluncurkan pertama kali satelit sputnic
1945 : Athur Clarke menerbitkan essay tentang “Extra Terrestial Relays”
1957 :Diluncurkan pertama kali satelit sputnic
1959 :Satelit
cuaca pertama, Vaguard 2
1960 :Diluncurkan satelit komunikasi Refleksi ECHO
1963 :Diluncurkan satelit komunikasi
Geostasioner SYNCOM
1965 :Komunikasi satelit Geostasioner komersial pertama di dunia, INTELSAT I
1976 :Satelit marisat untuk komumnikasi maritim dan peluncuran PALAPA
1982 : Sistem telepon dengan satelit mobile , INMARSAT 4
1965 :Komunikasi satelit Geostasioner komersial pertama di dunia, INTELSAT I
1976 :Satelit marisat untuk komumnikasi maritim dan peluncuran PALAPA
1982 : Sistem telepon dengan satelit mobile , INMARSAT 4
1988 : Sistem satelit dengan komunikasi data dan telepon
mobile, INMARSAT,C
1993 :Sistem telepon dengan digital satelit
1993 :Sistem telepon dengan digital satelit
1998 :Sistem satelit Global
untuk Small Mobile Phones.
1999 : Peluncuran Telkom – 1
1999 : Peluncuran Telkom – 1
2005 : Peluncuran Telkom – 2
2012 :
Peluncuran Telkom – 3, PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)
berniat meluncurkan satelit Telkom-3 pada tahun 2012. Satelit senilai 170 juta
dollar AS tersebut, disiapkan sebagai pengganti
satelit Telkom-2.
Direktur Keuangan Telkom
Sudiro Asno berharap, keberadaan satelit baru itu membantu
Telkom merangkul pelanggan
baru. Di pasar seluler, jumlah pelanggan TLKM per
akhir September 2010 bertambah 17 persen jika dibanding
periode yang sama tahun lalu menjadi 93 juta pelanggan.Sedang
penggguna internet tumbuh 56 persen year
on year (yoy) dari 979.000 menjadi 1,5 juta pelanggan. Adapun pelanggan CDMA (Flexi) naik 13 persen menjadi 16,8 juta pelanggan.
IV.
Jenis Satelit Menurut Frekwensi.
Dalam
tiap kawasan, frekuensi dialokasikan untuk berbagai macam layanan satelit,
walaupun frekuensi tersebut dipakai untuk layanan yang berbeda di kawasan lain.
Beberapa layanan satelit adalah sebagai berikut:
1. Fixed,satellite,service,(FSS)
FSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS; DTH ( Direct To Home ), akses internet, video conferencing, satelit new gathering (SNG), frame relay, Sigital audio broadcasting (DAB) Keunggulannya yaitu, tidak tergantung pada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan semua wilayah.
FSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS; DTH ( Direct To Home ), akses internet, video conferencing, satelit new gathering (SNG), frame relay, Sigital audio broadcasting (DAB) Keunggulannya yaitu, tidak tergantung pada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan semua wilayah.
Gambar1.Direct Audio Broadcasting

2. Broadcasting Satellite Service (BSS)
BSS diperuntukkan untuk broadcast langsung ke rumah-rumah
masyarakat sehingga sering juga disebut DBS (Direct Broadcast Satellite).

Gambar 2. Direct Broadcasting Service

Gambar 2. Direct Broadcasting Service
3. Mobile,Satellite,Service
Mobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik di daratan, laut maupun udara.
Mobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik di daratan, laut maupun udara.
4. Navigational,Satellite,Service
Navigational satellite service melayani global positioning sistem (GPS)
Navigational satellite service melayani global positioning sistem (GPS)
5. Meteorological Satellite Service , Meteorological service melayani riset dan layanan penyelamatan
(rescue). Tabel dibawah ini memperlihatkan frekuensi band yang sering digunakan
untuk layanan-layanan satelit. Huruf u pada Ku
band berarti band frekuensi dibawah K (u = under), sementara a pada Ka band berarti band frekuensi diatas K (a
= above). Ku band banyak dipakai untuk layanan direct broadcast dan fixed
satellite tertentu. C band
digunakan untuk fixed satellite dan
tidak diperbolehkan dipakai untuk direct
broadcast. VHF band digunakan
untuk layanan mobile dan navigational
tertentu dan juga untuk data transfer dari satelit cuaca. L band untuk layanan mobile dan navigational.
Untuk layanan fixed di band C, subrange yang paling banyak digunakan adalah
4 – 6 GHz. Frekuensi yang lebih tinggi hampir pasti dipakai untuk uplink menuju
satelit, alasannya akan diungkapkan pada bab selanjutnya. Para
praktisi sering menyebut C band
sebagai 6/4 GHz, frekuensi uplink disebutkan terlebih dahulu. Untuk layanan direct broadcast pada Ku band, subrange yang paling banyak dipakai adalah 12 – 14 GHz, yang sering
disebut sebagai 14/12 GHz. Walaupun penetapan frekuensi dibuat sepresisi
mungkin, contohnya Ku band adalah
14.030 dan 11.730 MHz, tetapi pemakaian nilai seperti dikemukakan diatas dalam
perhitungan dapat dilakukan dengan hasil yang cukup baik.

V.
Jenis Satelit Menurut Fungsi.
1. Satelit cuaca adalah
satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).
Satelit ini digunakan untuk memantau keadaan bumi untuk keperluan hidrologi, oceanografi dan meteorologi termasuk memantau kebakaran
hutan. Satelit ini mempunyai resolusi spatial 1100 x 1100 m dengan liputan
sangat luas.Satelit cuaca NIMBUS mempunyai
resolusi spatial 88 x 88 m dengan kemampuan meliput areal seluas 1600 km.
Satelit lainnya adalah Meteosat dan Himawari (resolusi spatial 8 x 8 km).
2. Satelit Televisi
adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi
satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel.Di
banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang
kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk
untuk layanan berbayar.
3. Radio satelit atau radio langganan adalah
sebuah radio digital yang menerima sinyal yang disiarkan oleh satelit
komunikasi, yang mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari sinyal radio
biasa.Radio satelit berfungsi di tempat di mana ada garis pandang antara antena
dengan satelit, dengan syarat tak ada rintangan besar, seperti terowongan atau
gedung. Pendengar radio ini dapat mengikuti saluran tunggal tanpa melihat
lokasi jangkauan.Karena teknologi ini membutuhkan akses ke satelit komersial
untuk penyebaran sinyal, jasa radio satelit adalah sebuah bisnis komersial,
yang menawarkan sebuah paket saluran sebagai bagian dari jasa mereka —
membutuhkan sebuah langganan dari penggunak akhir untuk mengakses saluran. Sekarang ini, penyedia
radio satelit utama adalah WorldSpace
(Intl.), XM Radio & Sirius
Satellite Radio (A.S.). Karena sinyalnya memiliki hak cipta dan tidak cocok
satu sama lain, maka membutuhkan peralatan khusus untuk dekoding dan pemutaran.
Mereka menawarkan saluran berita , cuaca , olah raga , dan musik .
4. Satelit navigasi
adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di
permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah
satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat
selain itu ada juga Glonass milik
Rusia . Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan,
maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS ), bisa diperoleh
data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata
Satelit ini berfungsi sebagai alat penolong apabila kapal-kapal menemui
kesukaran untuk menentukan posisinya karena cuaca yang buruk atau kesukaran
penglihatan (dalam daerah yang berkabut tebal). Navigator yang mengalami
kesulitan menghubungi satelit navigasi yang mengorbit. Satelit juga akan
menjawab melalui radio tentang posisi kapal, sehingga navigator dapat
mengetahui posisi kapal secara tepat.
5. Satelit mata-mata
adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan
militer atau mata-mata terutama oleh USA dan Rusia. Contoh satelit ini
antara lain Vostok, Cosmos, Soyus, dll.
6. Satelit Komunikasi lainnya.
Diantaranya adalah :
a. Penghubung
telepon global ( Global
tellecommunication connection) , Jaringan telepon global – juga dikenal
sebagai Jaringan Telepon Switch Publik
(PPSTN adalah singkatan dari Public
Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap
(dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat
oleh ITU-T , dan menggunakan
pengalamatan E.163 / E.164 (secara umum dikenal dengan nomor telepon). Public Switched Telephone Network, PSTN )
b.
Penghubung komunikasi untuk di tempat terpencil Satelit mampu
menyediakan link komunikasi sampai ke komunitas terpencil yang sulit dijangkau
oleh sistem komunikasi lain. Tentu saja, sinyal satelit tidak menghiraukan
batasan wilayah politik, yang bisa menjadi kelebihan ataupun kekurangan dari
sistem komunikasi ini.
c.
Global Mobile
Communicati GSM (singkatan bahasa Inggris: Global
Sistem for Mobile Communications, GSM) adalah salah satu standar sistem
komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan
oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar
GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan “persetujuan roaming”
antar operator telepon genggam. GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya
dalam pensinyalan dan “channel” pembicaraan adalah digital, yang berarti ia
dipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan
sebuah standar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP.
d.
Bagian penting jaringan Global (fiber optic) Internet jaringan
yang terjalin bersifat global tanpa mengenal ruang, waktu, dan birokrasi,
dimana akses data dan informasi melampaui batas-batas negara dan protokoler. Hampir seluruh kebutuhan informasi tersedia di internet dengan jangkauan
global tanpa batas-batas negara. Akses di internet tidak dibatasi dengan waktu
dan kecepatan pencarian informasi dengan internet jauh lebih cepat dibandingkan
dengan pencarian secara manual. Dalam dunia internet komunikasi dengan pengguna
di belahan dunia, dapat anda lakukan tanpa batas ruang dan waktu.
e.
Sistem satelit untuk memperluas sistem
telepon seluler Sekarang ini, hanya 15% dari daratan dunia terlayani oleh
selular atau teresterial telefon, sehingga satelit menjadi satu-satunya
alternatif bila kabel atau selular tidak tersedia.
f.
Akses internet melalui satelit Jenis
teknologi satelit telah digunakan untuk aplikasi akses Internet seperti
DirectPC di Amerika, Jepang, Kanada, dan beberapa negara di Eropa. Kecepatan
akses Internet dapat menggunakan kecepatan yang bervariasi antara 64 Kbps
sampai 400 Kbps untuk keperluan down-loading dengan asymmetric IP traffic :
transaksi atau file.
g.
Satelit Direct to Home ( DTH ) Menggunakan
teknologi Direct To Home (DTH)
sebagai infrastruktur TV Link untuk mengirimkan beratus-ratus program langsung
ke rumah-rumah melalui jaringan satelit.
h.
Satelit video
conferencing Video conferencing adalah penggunaan peralatan audio dan video untuk
menyelenggarakan konferensi dengan orang-orang yang berada pada lokasi berbeda.
Sistem pelayanan ini sekarang masih digunakan hanya untuk tingkat yang masih
terbatas. Para pengguna saat ini adalah
sektor-sektor bisnis dan industri seperti institusi finansial. Sistem satelit
multimedia merupakan infrastruktur yang sangat cocok untuk video conferencing dibanding dengan jaringan lain karena tingkat
fleksibilitasnya dan kemudahannya untuk dipasang di manapun.
j.
Satellite News Gathering (SNG) Pelayanan SNG
menjadi jenis pelayanan yang populer diantara yang ditawarkan oleh
operator-operator satelit. Pelayanan SNG ini menyediakan pada para pelanggannya
seperti perusahaan-perusahaan penyiaran TV, pemerintah, untuk memiliki
kemampuan yang mobile dalam meliput program-program outdoor dan siaran langsung
TV (acara berita dan olahraga) maupun untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas
komunikasi pada kondisi bencana atau darurat. Dalam mengirimkan
pelayanan-pelayanan SNG, operator-operator satelit dengan cara sederhana
menyediakan stasiun bumi portable atau mobile dengan kemampuan sistem audio,
percakapan telepon dan video. Satelit-satelit dengan frekuensi-frekuensi pita
Ku atau Ka memiliki karakteristik yang fleksibel dan portabel disebabkan karena
ukuran terminal VSAT mobile nya relatif kecil dan sederhana.
7.
Satelit Surveillance.
Di negara-negara lain yang telah
menempatkan satelit di orbit (Rusia, Cina, Perancis, Jepang, India, Kanada dan
Israel), satelit militer / intelijen (jika ada) disimpan terpisah dari yang
komersial, dan perusahaan swasta. Hal ini bermaksud memisahkan dalam sistem operasional.
Dengan beberapa pengecualian, satelit militer dirancang untuk bergerak dalam
orbit elips kompleks mengelilingi bumi, sehingga mereka bisa memotret wilayah
yang sangat besar permukaan (seluruh benua) dan menentukan lokasi sumber
transmisi microwave tertentu.
VI.
Macam Orbit Satelit.
Banyak satelit dikategorikan atas
ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian
berapapun jaraknya, ini ketinggian menurut,orbitnya.
• Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di
atas permukaan bumi.
• Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000
km.
• Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
• Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
• Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000
km.
berikut adalah orbit
khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan.satelit:
• Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
• Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
• Orbit Sunsynchronous, orbit satelit
dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam
lokal yang sama.
• Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub.
• Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub.

Gambar 3. Tipe Orbit

Gambar,4.Tinggi Orbit dan Delay Satelit Geostasioner
Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO
Orbit bumi rendah (Low Earth Orbit, LEO) adalah sebuah orbit sekitar Bumi antara atmosfer dan sabuk radiasi Van Allen, dengan sebuah sudut inklinasi rendah. Batasan ini tidak didefinisikan secara pasti tetapi biasanya sekitar 300-1500 km. Orbit ini biasanya berada di bawah intermediate circular orbit (ICO) dan jauh di bawah orbit geostationary. Orbit lebih rendah dari sini tidak stabil dan akan turun secara cepat karena gesekan atmosfer. Orbit yang lebih tinggi dari orbit ini merupakan subyek dari kegagalan elektronik awal karena radiasi yang kuat dan pengumpulan muatan. Orbit dengan sebuah sudut inklinasi yang lebih tinggi biasanya disebut orbit polar.
Objek
di orbit Bumi rendah bertemu gas atmosfer di thermosphere
(sekitar 80-500 km di atas) atau exosphere (kira-kira 500 km ke atas), tergantung dari ketinggian orbit. Kebanyakan penerbangan angkasa berawak telah
berada di LEO, termasuk seluruh
space shuttle dan bermacam misi stasiun angkasa; satu pengecualian adalah tes penerbangan suborbital seperti Proyek Mercury awal dan penerbangan SpaceShipOne (yang
tidak ditujukan mencapai LEO), dan misi
Proyek Apollo ke Bulan (yang melewati
LEO).
Kekurangan LEO ialah jumlah
satelitnya, umumnya lebih banyak untuk mencakup daerah tertentu, dibandingkan
MEO atau GEO, yang berarti biaya investasi maupun operasionalnya lebih tinggi.
Pada ketinggian edar LEO, umur satelit menjadi berkurang dibandingkan
ketinggian MEO atau GEO. Namun seperti telah diuraikan sebelumnya, satelit LEO
mampu memberikan daya pancar pada permukaan bumi lebih tinggi dari pada MEO
atau GEO, sehingga terminal tipe handheld dapat bekerja. Disamping itu secara
teoritis jumlah sel dalam suatu daerah cakupan bisa lebih banyak,
yang berarti juga kapasitasnya bisa lebih banyak.
Dengan demikian, sifat yang menonjol
dari sistem LEO adalah terminal yang kecil dan "mobile" dengan
cakupan global yang memenuhi kebutuhan para pengusaha pada saat ini. Dengan
perkembangan teknologi, harganya pun tidak begitu mahal.
Dari segi penggunaannya, sistem-sistem LEO dapat dibagi dalam
dua sistem:
1.
Sistem yang dapat beroperasi dengan mem”bypass”
jaringan telekom yang ada. Dalam group
ini hanya IRIDIUM yang baru dapat digolongkan kedalamnya.

Gambar 5. IRIDIUM NETWORK
2. Sistem yang bekerja melalui jaringan telekom yang ada. Sehingga dapat
dianggap sebagai perluasan sistem-sistem Cellular ataupun jaringan telekom yang
ada

Gambar 6. GLOBALSTAR
NETWORK
Dalam group
ini termasuk : Global Star, Ellipsat, Constellation dan Odessy.
Tidak ada yang aneh dalam desain kedua sistem ini., karena masing-masing ditujukan untuk pasar yang sesuai. IRIDIUM akan menarik pasar-pasar segmen atas (CEO global companies, Luxury pleasure boats, kedutaan-kedutaan, dsb), sedang Global Star dan lain- lain, manrik kalangan dunia usaha menengah keatas. Namun demikian persentase terbesar hubungan komunikasi dari setiap pelanggan, adalah hubungan lokal dan interlokal.
Dalam group kedua ini, Aries dan Odessy hanya menawarkan jasanya di Amerika Serikat. Namun bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, kehadiran sistem LEO tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh pangsa pasar selular dan traveller, namun juga cocok untuk daerah terpencil dan daerah pedesaan, yang membutuhkkan akses ke dalam jaringan PSTN. Dengan cara tradisional, bisa saja untuk daerah tertentu-karena kondisi geografisnya-biaya akses ke PSTN mahal serta implementasinya relatif lebih lama. Dengan sistem LEO yang tepat, akses ke PSTN bisa dalam waktu yang amat singkat dan biaya bisa lebih murah. Tetapi dengan sistem LEO, seperti juga dengan sistem INMARSAT, hanya dapat dilewatkan sinyal yang kecepatannya relatif rendah. LEO tidak/belum difikirkan untuk menggantikan fixed satellite service yang kecepatan bitnya umumnya cenderung tinggi.
Tidak ada yang aneh dalam desain kedua sistem ini., karena masing-masing ditujukan untuk pasar yang sesuai. IRIDIUM akan menarik pasar-pasar segmen atas (CEO global companies, Luxury pleasure boats, kedutaan-kedutaan, dsb), sedang Global Star dan lain- lain, manrik kalangan dunia usaha menengah keatas. Namun demikian persentase terbesar hubungan komunikasi dari setiap pelanggan, adalah hubungan lokal dan interlokal.
Dalam group kedua ini, Aries dan Odessy hanya menawarkan jasanya di Amerika Serikat. Namun bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, kehadiran sistem LEO tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh pangsa pasar selular dan traveller, namun juga cocok untuk daerah terpencil dan daerah pedesaan, yang membutuhkkan akses ke dalam jaringan PSTN. Dengan cara tradisional, bisa saja untuk daerah tertentu-karena kondisi geografisnya-biaya akses ke PSTN mahal serta implementasinya relatif lebih lama. Dengan sistem LEO yang tepat, akses ke PSTN bisa dalam waktu yang amat singkat dan biaya bisa lebih murah. Tetapi dengan sistem LEO, seperti juga dengan sistem INMARSAT, hanya dapat dilewatkan sinyal yang kecepatannya relatif rendah. LEO tidak/belum difikirkan untuk menggantikan fixed satellite service yang kecepatan bitnya umumnya cenderung tinggi.
Peta Per-LEO-an Dunia
1. IRIDIUM
a. Mulai dicanangkan tahun 1987
dan sekarang sudah cukup jauh dalam konsep dan proses implementasi dan
diperkirakan akan mulai operasi secara komersial tahun 1998.
b. Sistem ini punya kelebihan
yaitu dapat menghubungkan mobile dengan mobile di manapun di muka bumi ini, dan
dengan mem-bypass jaringan-jaringan telekomunikasi yang ada (PSTN).
c. Dengan jumlah gateway station yang terbatas
(sekitar 10 buah dikawasan ini), pemilik gateway mempunyai beberapa hak khusus.
Gateway yang ditawarkan di kawasan ini adalah : Jepang, Cina, Hongkong,
Thailand, Philipina, Singapura, Indonesia dan Australia.
2. GLOBAL STAR
a. Global Star didesain untuk hubungan mobil
dengan mobil, dan mobil dengan fixed station melalui jaringan
telekomunikasi yang ada (PSTN). Jadi, sistem ini ditujukan untuk
meluaskan jangkauan SISKOM yang ada, baik mobil maupun fixed, untuk
mencakup daerah-daerah yang remote.
b. Harga
investasi dan biaya pembicaraan cukup rendah serta gateway dapat didirikan
dimana saja.
c. Akan mulai operasi secara komersial pada
tahun 1997
3.
INMARSAT P21
a. Masih pada tahap konsep baru
menentukan akan memilih sistem MEO. Pengembangan secara bertahap dari
INMARSAT-M baru kemudian ke INMARSAT-p.
b. Secara tentative, operasi komersial dimulai
tahun 1998 juga
c. Dari segi probabilitas diperkirakan proyek
P-21 akan lebih banyak pendukungnya, mengingat INMARSAT sudah
beroperasi selama 12 tahun, serta INMARSAT-p ini
dapat dianggap sebagai penambahan jenis jasa.
d. Hampir semua anggotanya bisa berpartisipasi
dalam pembuatan satelit, penyediaan terminal dan lain-lain, seperti yang
berlaku pada INMARSAT sekarang.
e. P-21 diperkirakan juga memerlukan investasi
sebesar 2 BUS, dan INMARSAT hanya menganggap IRIDIUM sebagai
saingan utama.
4. ELLIPSAT
a. Ellipsat
mempunyai lintasan elliptis yang daerah operasinya boleh dikatakan sudah
merupakan lintasan MEO.
b. Untuk cakupan
global, sistem ini hanya memerlukan 18 satelit.
c. Pada saat sekarang,
kapasitasnya masih terbatas karena lintasan yang cukup tinggi. Ini juga
terlihat dari biaya pulsa sebesar US$ 0.60 per menit.
Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO)
yang berada di orbit menengah (MEO, Medium Earth Orbit) berada pada
ketinggian 5.500 – 36.000 km. Sistem satelit navigasi GPS (global
positioning sistem) milik Amerika Serikat dan GLONASS (global navigation
satellite sistem) milik Rusia menempati orbit menengah ini, sekitar 18.000 – 20.000 km dari Bumi.
Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO

Gambar 7 Satelit di Orbit GEO
Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (0° lintang), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari permukaan Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam (tidak bergerak) di angkasa karena periode orbit objek tersebut mengelilingi Bumi sama dengan perioda rotasi Bumi. Orbit ini sangat diminati oleh operator-operator satelit buatan (termasuk satelit komunikasi dan televisi). Karena letaknya konstan pada lintang 0°, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya dibujur Bumi.
Orbit geosinkron (GEO, Geosynchronous Earth Orbit) berada pada ketinggian 36.000 km. Periode orbitnya 24 jam, sama dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari. Satelit telekomunikasi dan pengamat cuaca umumnya ada di sini. Satelit GEO dengan inklinasi (sudut kemiringan terhadap bidang ekuator) nol derajat dan dikontrol terus (seperti pada satelit telekomunikasi) bisa berada pada titik stasioner, sehingga orbitnya disebut geostationer orbit (GSO).
Keuntungan dari GEO diantaranya :
1. Bandwidth
lebar : satelit yang beroperasi pada frekuensi Ka – band (20-30 GHz) akan dapat menyalurkan troughput dalam orde giga bit per detik
2.
Relatif murah : sistem satelit relatif lebih murah
karena tidak ada biaya penggelaran dan satu satelit dapat mengcover daerah yang
luas
3.
Topologi network
sederhana
: dibandingkan dengan model interkoneksi mesh pada
network terstial, satelit GEO memiliki konfigurasi yang lebih sederhana.
4.
Performasi network lebih mudah
dikendalikan.
Disamping
itu, ada tiga kerugian :
1.
Satelit GEO memerlukan power yang
lebih besar untuk hand set. Hal ini membuat hand set menjadi lebih besar dan mengurangi umur
baterai.
2.
Delay tetap yang dapat dirasakan
oleh user. Biasanya, delaynya ¼ detik, tetapi dapat
lebih lama. Pada telpon selular, delay lebih besar dari ¼ detik tidak dapat
diterima.Terjadinya interferensi dan/atau koneksi yang tidak teratur disebabkan
adanya salju, hujan, dan bentuk lain gangguan cuaca.
Sesuai
dengan sifat alamiahnya, baik LEO, GEO maupun MEO ( Medium Earth Orbit dengan
ketinggian antena LEO dan GEO) masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan
seperti terlihat dalam Tabel-2
Perbandingan antara LEO, MEO, dan GEO *)
|
GEO MEO LEO
|
|
SATELLITE
|
|
Altitude (km) 36000 10000-20000 500-10000
|
|
No. of Operational Satellite 4 8-18 48-125
|
|
No. of Spot Beams >100 >50 1-50
|
|
Antenna Diameter
(m) >7 2 1.1
|
|
Life Time (Y) >12 10 >5
|
|
GROUND STATIONS
|
|
Antenna diameter
(m) >6 4 4
|
|
No. of Antenna 1 4 4
|
|
No. of Ground
Stations 4 15 >35**
|
|
Global Coverage
|
|
|
|
SPEECH DELAY
|
|
Regional tolerable good good
|
|
Global intorelable good good
|
|
|
|
EFFICIENCY
|
|
Spatial good medium poor
|
|
Complexity high medium low
|
|
|
|
GATEWAY
|
|
Complexity high medium low
|
|
|
|
TOTAL COST low medium high
|
|
TRAFFIC HANDLING
|
VII.
Pengetahuan V-Sat.
VSAT
kependekan dari Very Small Aperture
Terminal, sebuah terminal yan digunakan dalam komunikasi data satelit,
suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast
televisi. VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan
di luar (out doors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat
yang di tempatkan di dalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat
komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver menerima dan mengirim sinyal
ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari
sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem
tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit,
membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur
keseluruhan operasional network. Agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan
komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang
kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan
dengan komputer pengguna VSAT yang lain. Sistem ini
mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti
bintang.
- Keuntungan dengan VSAT :
1. Koneksi dimana saja.
2. Tidak perlu LOS dan tidak
ada masalah dengan jarak, Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional,
regional maupun global.
3. Pembangunan
infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.
4. Komunikasi dapat
dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara
broadcasting, multicasting
5. Kecepatan bit akses
tinggi dan bandwidth lebar.
6. VSAT bisa dipasang
dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit, handal dan bisa digunakan
untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar.
7. Jika ke internet
jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100% .
8. Sangat baik untuk daerah
yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur
telekomunikasi.
9. Harga relatif mahal
karena menyewa dengan sebuah provider.
- Kerugian VSAT.
untuk
melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karen delay
propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah
dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan :
1. Forward Error
2. Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
3. Waktu yang dibutuhkan
dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar
700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond.
Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke
satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar
36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
4. Curah Hujan yang tinggi,
Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman
karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi
broadcasting adalah S-band, C-Band
dan Ku-Band. Untuk daerah seperti Indonesia
dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band
akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan
untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan
Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap
ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
5. Rawan sambaran petir
gledek Sun Outage, Sun outage adalah
kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis
lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit
geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000
Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi
thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan
interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami
kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun
ground-segment biasa.
6. Debu Meteroit,
Seringkali menembakan gas hydrazine
(H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa
kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
Pada sistem komunikasi satelit
penempatan repeater berada di ruang angkasa dalam bentuk satelit. Jadi satelit
hanya merupakan suatu repeater saja. Dengan ditariknya repeater jauh ke atas,
maka jangkauan pemandangannya makin luas, dengan demikian jarak antar pesawat
pemancar dengan penerima dapat diperpanjang. lni merupakan suatu penghematan.
Satelit diorbitkan dengan ketinggian bermacam-macam tergantung dari
kebutuhannya.
Orbitnya sinkron dengan permukaan bumi, sehingga
seolah-olah satelit ini diam ditempatnya. lnilah yang disebut dengan
geostationer orbit. Prinsip dasar sistem komunikasi satelit adalah dari suatu
terminal sinyal dikirimkan ke stasiun bumi, kemudian dari stasiun bumi ini
sinyal tersebut dipancarkan ke satelit. Selanjutnya dari satelit sinyal ini
akan dikirim kembali ke bumi yaitu ke stasiun bumi yang akan dituju yang
letaknya berdekatan dengan terminal yang akan dituju. Kemudian dari stasiun bumi
ini sinyal diteruskan keterminal yang dituju.
VIII.
Sistem Pengamanan Satelit.
Sistem pengamanan komunikasi satelit menggunakan kriptografi, dengan cara kerja sebagai berikut :
1.
Apabila
data akan dikirim ke penerima/user maka akan dilakukan proses kriptografi
dengan menggunakan metode encrypt, selanjutkan diteruskan melalui satelit. Dari
satelit akan dipancarkan kembali ke penerima.
2.
Penerima/user
menerima data dari pengirim melalui satelit dengan bentuk data encrypt
selanjutnya dilakukan proses decrypt.
Proses ini berlangsung
timbal balik secara berulang-ulang sebagai pengamanan data yang dikirim agar terhindar dari
interferensi satelit lain yang memungkinkan sebagai survellence.

Gambar. 8. Sistem Pengaman data.
IX. Keunggulan dan Kelemahan Satelit.
1. Keunggulan dari penggunaan komunikasi satelit
diantaranya;
a.
Cakupan yang luas : satu Negara, region, ataupun satu benua
b.
Bandwith yang tersedia cukup leba
c.
Independen dan infrastuktur terrestia
d.
instalasi jaringan segmen Bumi yang sangat cepat
e.
Biaya relatif rendah per site
f.
karakteristik layanan yang seragam
g.
layanan total hanya dari satu provider
h.
layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi
3.
Kelemahan Komunikasi satelit diantaranya :
a.
Delay propagasi besar
b.
Rentan terhadap pengaruh atmosfir
c.
Up Front Cost tinggi ; contoh untuk
satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch = US $ 200 jt, Asuransi :
$ 50 jt
d.
Distance Insensitive, artinya biaya yang diperlukan hampir sama
untuk membuat suatu link komunikasi satelit jarak dekat dan link komunikasi
satelit jarak jauh. Jadi, sistem komunikasi satelit ekonomis hanya jika sistem
ini digunakan kontinyu dalam waktu yang lama dan meng-handle banyak user.
X.
Pengetahuan ITU.
Pengalokasian frekuensi untuk layanan satelit adalah proses yang
sangat kompleks yang membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat
internasional. Hal ini dilakukan dibawah pengawasan International Communication
Union (ITU). Dalam hal perencanaan frekuensi ini (frequency planning), dunia
dibagi menjadi 3, yaitu:
1.
kawasan 1: Eropa, Afrika,
Rusia (dulu masih Soviet) dan Mongolia
2. Kawasan 2: Amerika Utara dan Selatan, Greenland
3. kawasan 3: Asia (diluar daerah 1), Australia dan Pasifik Barat Daya
2. Kawasan 2: Amerika Utara dan Selatan, Greenland
3. kawasan 3: Asia (diluar daerah 1), Australia dan Pasifik Barat Daya
Dalam
tiap kawasan, frekuensi dialokasikan untuk berbagai macam layanan satelit,
walaupun frekuensi tersebut dipakai untuk layanan yang berbeda di kawasan lain.
Beberapa layanan satelit adalah sebagai berikut:
XI.
Penutup.
Pada sistem komunikasi satelit
penempatan repeater berada di ruang angkasa dalam bentuk satelit. Jadi satelit
hanya merupakan suatu repeater saja. Dengan ditariknya repeater jauh ke atas,
maka jangkauan pemandangannya makin luas, dengan demikian jarak antar pesawat
pemancar dengan penerima dapat diperpanjang. lni merupakan suatu penghematan.
Satelit diorbitkan dengan ketinggian bermacam-macam tergantung dari kebutuhannya.
Orbitnya sinkron dengan permukaan bumi, sehingga seolah-olah satelit ini
diam ditempatnya. lnilah yang disebut dengan geostationer orbit. Prinsip dasar
sistem komunikasi satelit adalah dari suatu terminal sinyal dikirimkan ke
stasiun bumi, kemudian dari stasiun bumi ini sinyal tersebut dipancarkan ke
satelit. Selanjutnya dari satelit sinyal ini akan dikirim kembali ke bumi yaitu
ke stasiun bumi yang akan dituju yang letaknya berdekatan dengan terminal yang
akan dituju. Kemudian dari stasiun bumi ini sinyal diteruskan ke terminal yang
dituju.